9.000 UMKM Bantul akses kredit usaha rakyat

id Umkm bantul

Gerobak yang dikembangkan UMKM Bantul, DIY akan menjual aneka olahan hasil perikanan. (Foto ANTARA/Sidik)

Bantul (Antaranews Jogja) - Sebanyak  9.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mengakses kredit usaha rakyat ke instansi terkait guna mengembangkan usahanya. 
     
"KUR (kredit usaha rakyat) itu yang sudah mengakses dan sudah kita input dalam ada program SIKP (Sistem Informasi Kredit Program) sampai sekarang ini sudah sekitar 9 ribu UMKM yang kita input," kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Bantul Mulyo Subagyo di Bantul, Selasa. 
     
Menurut dia, pelaku UMKM yang sudah mengakses pembiayaan atau pinjaman untuk modal tambahan mengembangkan usaha yang difasilitasi pemerintah setempat itu yang terdata sejak 2017 sampai dengan akhir November 2018.
     
Meski demikian, kata dia, diakui masih banyak pelaku UMKM di Bantul yang belum mengakses pembiayaan itu, dikarenakan beberapa faktor diantaranya karena belum tahu cara mengurusnya maupun usahanya belum mengantongi perizinan. 
     
"Itu (yang sudah terdata akses KUR) adalah UMKM yang terakreditasi atau sudah berizin, yang tidak berizin banyak, bisa jadi mereka tidak tahu cara mengurusnya, tapi sudah kita input itu adalah yang berizin," katanya. 
     
Namun demikian, pihaknya tidak mengetahui data jumlah UMKM di Bantul yang belum mengakses KUR termasuk yang belum memiliki izin usaha sebagai legalitas ketika mengajukan pembiayaan, karena itu jadi kewenangan instansi teknis yang lain. 
     
"Kalau nilainya (kredit yang sudah disalurkan) kita belum bisa menentukan karena untuk dapatkan KUR masing-masing beda-beda ada yang Rp1 juta sampai Rp2 juta, bahkan kalau KUR ini kreditnya bisa sampai Rp25 juta," kata dia. 
     
Dia juga mengatakan, selain KUR bagi pelaku UMKM, saat ini juga ada program pembiayaan yang dapat diakses pengusaha mikro kecil tersebut, yang disebut dengan ultra mikro, program kemudahan kredit untuk usaha itu juga terus digalakkan. 
     
"Kita sekarang baru menggalakkan kredit ultra mikro, yang  kreditnya bisa sampai Rp10 juta, kalau KUR kan bisa sampai dengan Rp25 juta, tapi kalau ultra mikro lebih rendah batasnya Rp10 juta," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar