Dishub Sleman mengusulkan tujuh trayek angkutan sekolah

id Bus sekolah,Angkutan Sekolah,Dishub sleman,Sleman

Dishub Sleman mengusulkan tujuh trayek angkutan sekolah

Ilustrasi: Sejumlah santri antre memasuki bus sekolah (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)

Sleman (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengusulkan tujuh trayek angkutan sekolah untuk melayani transportasi siswa.

"Dari hasil kajian trayek sekolah itu untuk wilayah Sleman barat," kata Kepala Bidang Transportasi Dishub Kabupaten Sleman Marjana di Sleman, Rabu.

Menurut dia, trayek tersebut dipilih karena memiliki akses dengan angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), Angkudes atau Trans Jogja.

"Adanya trayek yang saling terintegrasi diharapkan akan mampu menarik minat siswa untuk menggunakan angkutan umum sekolah," katanya.

Ia mengatakan kajiannya ada tujuh trayek, namun karena busnya cuma satu, belum ditentukan rute mana yang dipakai.

Berdasarkan kajian Dishub Sleman pada 2018, butuh 27 armada bus sekolah untuk wilayah Sleman bagian barat. Antara lain meliputi Kecamatan Moyudan, Seyegan, Godean, Minggir, dan Gamping.

"Namun, setelah proses pengajuan ke Kementerian Perhubungan, hanya satu unit kendaraan mini bus dengan daya tampung 19 orang termasuk sopir yang disetujui," katanya.

Marjana mengatakan terkait dengan dana, kemungkinan akan dianggarkan pada 2021 atau pada alokasi anggaran belanja tambahan (ABT) tahun 2020.

Teknis pelaksanaannya juga belum ditentukan yang berkaitan dengan kriteria siswa yang dapat menggunakan layanan bis sekolah tersebut.

"Kendaraan baru diberikan akhir tahun ini, Pemkab Sleman belum mengalokasikan anggaran operasionalnya," kata Marjana.

Ia mengatakan Dishub Sleman juga akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk membahas soal biaya.

"Kami berharap angkutan sekolah ini dapat dimanfaatkan secara gratis oleh siswa yang membutuhkan," ujar Marjana.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman Sri Wantini menyambut baik pengadaan angkutan sekolah. Tetapi karena jumlahnya hanya satu armada, perlu diterapkan skala prioritas wilayah yang mendapatkan fasilitas tersebut.

"Dalam pelaksanaannya diharapkan juga harus disosialisasikan dengan baik. Termasuk penentuan rute, perlu dilakukan koordinasi dengan pihak sekolah, sehingga efektivitas dan efisiensi tetap bisa terpenuhi," katanya.

Ia mengatakan kehadiran bus sekolah juga dapat menekan angka kecelakaan, karena usia anak sekolah belum boleh mengendarai sepeda motor. Selain itu, juga akan mengurangi kemacetan karena siswa beralih menggunakan angkutan umum dibanding angkutan pribadi.

"Ini bisa membantu transportasi anak sekolah sekaligus memberikan jaminan keamanan siswa," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar