Dispar kembangkan wisata Bukit Menoreh

id bukit menoreh,wisata bukit menoreh

Air terjun Watu Jonggol, Desa Nglinggo, Samigaluh, Kulonprogo, DI Yogyakarta. Kementerian Pariwisata akan mengembangkan potensi wisata alam kawasan desa Nglinggo di pegunungan menoreh seperti wisata alam air terjun, kebuh teh dan hutan pinus sebagai

Kulon Progo  (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta akan mendampingi masyarakat atau kelompok sadar wisata melakukan pengembangan potensi wisata di kawasan Bukit Menoreh.

Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Niken Probo Laras, di Kulon Progo, Selasa, mengatakan selama ini ada lebih 11 objek wisata di kawasan Bukit Menoreh telah dikembangkan dan dikelola oleh masyarakat atau kelompok sadar wisata (pokdarwis).

"Kami mendampingi mereka dalam promosi, pengembangannya, dan membuat usulan pembangunan infrastruktur jalan menuju objek wisata, serta fasilitan umum," katanya.

Ia mengatakan sejak beberapa tahun ini, Pemkab Kulon Progo sedang menggalakkan Program Bedah Menoreh, baik membedah infrastruktur jalan, membedah potensi wisata, membedah potensi budaya, hingga membedah potensi ekonomi lokal.

Program Bedah Menoreh diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan ekonomi masyarakat di kawasan utara dengan adanya pembangunan New International Yogyakarta Airport, serta menjadi pendukung Kawasan Pembangunan Strategis Nasional (KSPN) Borobudur.

"Jangan sampai masyarakat di kawasan Bukit Menoreh sebagai penonton saat dua proyek strategis nasional sudah beroperasi," katanya.

Menurut Niken, tempat wisata yang dilewati oleh jalur Bedah Menoreh bukan hanya dibangun dari segi pelayanan dan fasilitas infrastruktur, melainkan juga dengan cara menggali potensi budaya.

"Misalnya saja bagaimana kalau di Kedung Pedut ada yang menari di kedung sambil basah-basahan," ujarnya pula.

Perintis dan Pengelola Wisata Taman Sebantung Sarija mengatakan taman edukasi dibangun untuk mendukung objek wisata Kedung Pedut yang telah populer lebih dahulu. Rencananya akan dibangun taman bunga dan taman buah.

"Tujuan pembangunan taman edukasi ini untuk mengenalkan kepada generasi muda dan anak-anak dengan berbagai jenis tanaman bunga, buah serta satwa yang ada di alam sekitar taman," kata dia.

Ia mengatakan taman edukaai dibangun di atas tanah seluas 1,5 hektare milik desa. Nantinya juga akan dilengkapi sarana dan prasarana outbond, area permainan ketangkasan bagi anak kecil, dan area olahraga rappling di tebing air terjun bagi pengunjung dewasa. Semua layanan dan peralatan permainan minat khusus ini juga akan dijamin keselamatannya di bawah pendampingan tim khusus.

"Ke depan, wisata Kedung Pedut akan dibuat paket wisata bersama dengan kunjungan ke taman edukasi ini," katanya pula.
(U.KR-STR) 16-01-2018 05:54:37
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar