Penjualan hewan kurban mulai meningkat di Pasar Ambarketawang

id Hewan kurban,Pasar hewan Ambarketawang,Sleman

Sapi kurban yang diperdagangkan di Pasar Hewan Ambarketawang, Gamping, Sleman jelang Idul Adha tahun lalu. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Kenaikan harga hewan kurban ini sudah mulai terjadi sejak awal Juli, kenaikannya berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta untuk sapi. Kalau kambing meningkat Rp400.000 hingga Rp500.000.
Sleman (ANTARA) - Transaksi jual beli hewan kurban di Pasar Hewan Ambarketawang Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai meningkat 10-15 persen menjelang Hari Raya Idul Adha 2019 dibanding hari biasa.

"Sudah ada peningkatan transaksi jual beli hewan kurban, terutama sapi. Peningkatan berkisar 10 hingga 15 persen," kata Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pasar Hewan Ambarketawang Yuda Andi Nugroho di Sleman, Selasa.

Menurut dia, selain peningkatan transaksi jual beli, harga hewan kurban juga sudah mulai naik.

"Kenaikan harga hewan kurban ini sudah mulai terjadi sejak awal Juli, kenaikannya berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta untuk sapi. Kalau kambing meningkat Rp400.000 hingga Rp500.000," katanya.

Ia memperkirakan kenaikan permintaan dan harga hewan kurban akan terus berlangsung hingga menjelang hari H Idul Adha.

Baca juga: Realisasi penanaman modal di Kulon Progo capai 300 persen

"Namun dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kenaikan harga hewan kurban tidak akan lebih dari Rp2 juta per ekor sapi," katanya.

Yuda mengatakan saat ini harga jual sapi per ekor mencapai Rp20 juta, tergantung besar dan berat sapi.

"Kadang ada sapi kurban yang besar sekali. Itu biasanya tidak ada patokan harga. Tapi standarnya untuk kurban kisaran Rp20 juta hingga Rp22 juta untuk satu ekor sapi," katanya.

Ia mengatakan jumlah pedagang hewan di Pasar Hewan Ambarketawang mencapai seratusan lebih, dan biasanya saat menjelang Idul Adha jumlah pedagang bertambah banyak.

"Karena banyak pedagang dan banyak lalu lintas hewan dari luar daerah, maka kami rutin melakukan pengecekan terhadap hewan ternak yang dijual di sana. Ada dokter hewan yang mengecek setiap pasaran yaitu pada Pahing, jadi kesehatan hewan diperhatikan. Biasanya dari dinas juga melakukan pemeriksaan," katanya.

Baca juga: Pengolahan sampah mandiri di Tegalrejo Yogyakarta membutuhkan penyempurnaan

 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar