Pariwisata DIY bersama Angkasa Pura antisipasi virus corona dengan Posko Darurat di bandara

id Dispar Marlina

Pariwisata DIY bersama Angkasa Pura antisipasi virus corona dengan Posko Darurat di bandara

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Marlina Handayani (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan pemerintah bersama PT Angkasa Pura dan pelaku industri pariwisata di provinsi ini telah melakukan upaya pencegahan masuknya virus corona yang dibawa wisatawan dengan mendirikan Posko Darurat di kawasan Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

"Menyikapi adanya virus corona ini, sebetulnya dari pihak PT Angkasa Pura bersama pemerintah itu sudah membentuk semacam posko darurat, posko darurat dengan adanya virus corona itu," kata Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Marlina Handayani di Kabupaten Bantul, Rabu.

Menurut dia, pembentukan posko darurat virus corona itu berawal dari adanya pertemuan yang diinisiasi oleh PT Angkasa Pura beberapa waktu lalu dengan mengundang Pemda DIY, perhimpunan hotel dan restoran Indonesia (PHRI), Asita yang sepakat dibentuk satu posko darutat virus corona di Bandara Adisucipto.

Marlina mengatakan, posko darurat virus corona yang kini menjadi perhatian masyarakat dunia akibat ganasnya virus tersebut berupa rencana jangka pendek, namun untuk jangka panjang juga perlu didirikan Pusat Krisis dengan melibatkan semua sektor terkait pariwisata.

"Pusat Krisis saya kira sangat perlu karena pada suatu saat itu akan terjadi suatu bencana atau apapun yang akan memengaruhi kondisi pariwisata di DIY itu akan segera terinformasikan baik itu penangananya, dan mungkin pernyataan yang diperlukan masyarakat," katanya.

Namun demikian, kata dia, Pusat Krisis tersebut secara fisik belum terbentuk, namun sudah wacana sudah muncul dalam Forum Diskusi Pentahelix yang dihadiri pemerintah daerah, komunitas dan pelaku industri pariwisata serta pemangku kepentinganterkait pariwisata pada Selasa (4/2) lalu.

"Kalau secara bentuk belum ada, cuma memang dari apa kita lakukan dengan membuat semacam posko darurat itu juga salah satu bentuk antisipasi dari sektor pariwisata," katanya.

Dia menjelaskan, di Posko Darurat virus corona tersebut telah disiagakan sumber daya manusia (SDM) baik dari pemerintah, Dinas Kesehatan, PT Angkasa Pura dan pelaku industri pariwisata baik dari ASITA, PHRI dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Yogyakarta.

"Jadi kami siap kemudian antisipasi apakah masyarakat itu entah penumpang (pesawat) yang baru turun atau yang akan berangkat ingin mengetahui tentang atau terdeteksi di situ ada gejala-gejala yang ada di virus corona akan segara bisa diantisipasi," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar