Semakin banyak warga usia muda di Florida dirawat karena COVID-19

id Florida,lonjakan COVID-19,New York

Semakin banyak warga usia muda di Florida dirawat karena COVID-19

Pengunjung mendatangi Pantai Clearwater saat liburan musim semi, saat pandemi penyakit virus korona (COVID-19) terus berlanjut, di Clearwater, Florida, Amerika Serikat, Jumat (19/3/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Octavio Jones/hp/cfo (REUTERS/OCTAVIO JONES)

Yang sedang dirawat di rumah sakit saat ini adalah kalangan penduduk usia lebih muda
Princeton, New Jersey (ANTARA) - Jumlah orang yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 di Florida, Amerika Serikat, mengalami lonjakan dan di antaranya adalah dari kalangan warga yang berusia jauh lebih muda.

Negara bagian itu, yang gubernurnya menolak mandat penggunaan masker maupun vaksin, saat ini tengah bergulat dengan kenaikan kasus varian Delta.

Kepala perhimpunan rumah sakit Florida mengatakan lonjakan wabah saat ini membuat kasus rawat inap COVID meroket menjadi 10.000 --dari 2.000 orang-- dalam waktu kurang dari 30 hari, meskipun angka kematian tetap jauh di bawah puncak sebelumnya.

Baca juga: Cara mengatasi nyeri sendi seusai kena COVID-19

"Yang sedang dirawat di rumah sakit saat ini adalah kalangan penduduk usia lebih muda," kata Mary Mayhew kepada MSNBC, Senin (2/8).

Di salah satu rumah sakit Jacksonville, ujarnya, usia rata-rata pasien adalah 42 tahun.

"Ada beberapa orang berusia 25 tahun yang sedang dirawat secara intensif dengan ventilator di rumah sakit," ungkap Mayhew kepada jaringan kepada televisi kabel itu.

Florida merupakan salah satu negara bagian yang mengalami wabah terburuk COVID di Amerika Serikat.

Sekitar seperempat dari pasien-pasien COVID yang dirawat di rumah sakit di AS tercatat berada di Florida, menurut data Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS.

"Kita harus meyakinkan orang-orang berusia 25 tahun, 30 tahun, bahwa (virus, red) ini sekarang mengancam jiwa mereka," tegas Mayhew.

Baca juga: FPKS dorong Pemkab Kulon Progo bahas penyiapan rumah sakit darurat

Sementara itu, Gubernur New York Andrew Cuomo juga mengeluarkan peringatan kepada semua pihak untuk waspada.

Kendati tidak mewajibkan, Cuomo mendesak para pemilik bar, restoran, dan bisnis swasta lainnya untuk mengharuskan semua pelanggan sudah divaksin sebelum diperbolehkan memasuki tempat usaha mereka.

Gubernur asal Partai Demokrat itu juga mengatakan bahwa vaksinasi perlu dipertimbangkan untuk diwajibkan pada pegawai panti wreda, guru, dan petugas kesehatan jika jumlah kasus COVID tidak menurun.

"Bisnis swasta --saya minta dan sarankan mereka agar hanya menerima orang-orang yang sudah vaksin," kata Cuomo pada pengarahan kepada media, Senin.

"Saya yakin itu adalah kepentingan bisnis terbaik. Kalau saya pergi ke bar dan saya ingin minum dan saya ingin berbicara dengan orang di sebelah saya, saya ingin tahu bahwa orang itu sudah divaksinasi."

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021